Selamat Ibu Mertua, Anda Menang, Anda Berhasil Menghancurkan Rumah Tangga Kami dengan Alasan Rumah!

Posted on
Loading...

Tapi ini adalah hal yang tidak mungkin. Uang segitu masih jauh dari cukup, belum lagi biaya pengeluaran lainnya.

Ratna berusaha membicarakan hal itu dengan ibunya, tapi ia juga hanya bisa menggerutu dan menangis, hingga akhirnya ibu mertua bersedia kompromi, beli secara angsur, tapi rumah itu harus atas nama Ratna isteriku!

Loading...

Saya tidak punya pendapat, tapi orang tua saya tidak setuju. Mereka merasa besannya sengaja mempersulit.

Mereka juga bilang pernikahan ini seharusnya tidak terjadi, hari-harimu selanjutnya nanti akan menderita.

Tapi sikap saya sangat tegas, apalagi isteri saya sendiri yang juga mengeluarkan uang untuk biaya dekorasi dan perabotan, akhirnya orang tua saya setuju.

Setelah berselisih pendapat mengenai hal itu, aku dan Ratna akhirnya menikah.

Satu tahun setelah menikah, kami dikaruniai seorang anak. Ibu mertua kemudian tinggal bersama kami, merawat isteriku.

Entah mengapa segala apa pun yang saya lakukan selalu tidak bisa memuaskan ibu mertua, hanya bisa pasrah dan bersabar.

Bayi kami sekarang berusia 2 tahun, ingin sekali saya meminta tolong ibuku untuk menjaga cucunya, sebagai nenek, ia tidak pernah sekali pun nginap barang satu malam di rumahku selama dua tahun ini.

Begitu ibuku datang menjenguk cucunya, ibu mertuaku langsung memandangnya dengan sinis, dan ibuku sadar dengan posisiku, dia tidak ingin menimbulkan masalah buat saya, akhirnya ia hanya meletakkan barang bawaannya lalu pulang.

Beberapa waktu lalu, saat makan malam, saya memberanikan diri berkata pada ibu mertua.

“Ibu, sejak Andika lahir sampai sekarang, selalu diurus sama ibu, kupikir ibu pasti capek, gimana kalau aku minta ibu kesini ikut bantu merawat Andika selama beberapa hari, dan ibu bisa istirahat dulu.”

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *